Kamis, 19 Maret 2009

Pengertian Doa Dan Intisari

Doa merupakan ibadah rohaniah yang paling besar ertinya dalam Islam, di inana setiap insan akan merasakan betapa tingginya penghargaan dan pergantungan dengan kebesaran dan keagongan Allah S.W.T., setelah dilakukan usaha dan ikhtiar kemudian melakukan permohonan dengan penuh khusyu’ dan tawaduk, disertai dengan hati dan jiwa yang tenang dan mengharapkan sesuatu dan Allah Yang Maha Agong. Kerana Dialah tempat icita memohon ampun dan kemaafan. Firman Allah:
"Engkau sahaja (Ya Allah) kami sernbah. Dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan". (al-Fatihah ayat 5)
Kalimah "doa" ialah kalimah yang banyak sekali terdapat di dalam al-Quran dan mempunyai pengertian yang banyak pula. Mengikut pengertian ulama’ "doa" itu bermakna permohonan, ibadah, memuji, percakapan, meminta pertolongan dan sebagainya sesuai dengan tujuan susunan kalimah yang’ diucapkan.
Sabda Rasulullah s.a.w.
"Doa itu adalah ibadah. "(Riwayat Ahmad)
Firman Allah S.W.T
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu mengenai Aku maka (beritahu kepada inereka): Sesungguhnya Aku (Allah) sentiasa hampir (kepada mereka): Aku perkenankanpermohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku maka hendaklah mereka menyebut suruhan-Ku (dengan mematuhi perintah-Ku), dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik serta betul." (al- Baqarah ayat 186)
Tujuan Doa

Tujuan doa adalah untuk memperoleh kemampuan. Berdoa pada saat Allah SWT telah memberikan kemampuan kepada manusia untuk mendapatkan yang dicari (mathlub) maka itu terinasuk meminta sesuatu yang telah diperoleh (tahshil al-hashil). Oleh karena itu, para pemimpin agama berkata, "Ada lima kelompok orang yang doanya tidak dikabulkan.7 Yang pertama adalah doa orang yang mempunyai istri yang suka menyakitinya, dan dia merasa tertekan dengan istrinya itu, serta dia mempunyai kemampuan untuk membayar mahar istrinya dan mentalaknya, namun tidak mentalaknya, serta senantiasa mengatakan, 'Tuhanku, lepaskanlah aku dari kejahatan wanita ini.'Yang kedua, orang yang mempunyai seorang hamba yang berulanwulang kali kabur, namun dia tetap masih juga mempertahankannya, dan berulang-ulang selalu mengatakan, 'Ya Allah, lepaskanlah aku dari keburukannya', padahal dia bisa menjualnya. Adapun yang ketiga adalah orang yang lewat di sisi tembok yang hendak runtuh, dan dia tahu bahwa tembok itu hendak runtuh, namun dia tidak menjauh dari tembok tersebut, melainkan selalu berdoa, 'Ya Allah, selamatkanlah jiwaku.' Yang keempat adalah orang yang meminjamkan hartanya kepada orang lain, namun dia Ialai tidak mendatangkan saksi dan tidak membuat surat hitam di atas putih, kemudian orang yang berhutang itu tidak mengembalikan hartanya, dan dia berdoa kepada Allah SWT supaya dikembalikan hartanya. Padahal, sejak awal dia mampu untuk tidak membeiikan hutang sebelum ada saksi dan bukti tertulis. Adapun yang kelima adalah orang yang tetap tinggal di rumah dengan meninw galkan pekedaannya, namun dia selalu mengatakan, Ta Allah, karuniakanlah rezeki kepadaku."

Tidak ada komentar: